Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah!
Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah!
Oleh: Supriyono
Alhamdulillah, saat ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah 1447 H. Bulan yang agung, salah satu dari empat bulan haram (yang disucikan), sekaligus momen berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk menunaikan ibadah haji.
Dalam Islam, Allah SWT menganugerahkan beberapa waktu istimewa. Kita semua sangat akrab dengan kemuliaan bulan Ramadan, di mana amal ibadah dilipatgandakan. Kita juga berbondong-bondong memburu malam Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Semua itu sudah sangat terkenal di telinga kaum muslimin.
Namun, sadarkah kita bahwa ada satu waktu yang tidak kalah luar biasa, tetapi sering kali terlewat begitu saja dan dilupakan? Waktu itu adalah 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Mengapa hari-hari ini begitu istimewa? Mari kita simak dalil-dalil sahih yang mendasarinya agar kita tidak lagi menjadi golongan yang menyia-nyiakannya.
Kedahsyatan dan Keutamaan 10 Hari Awal Dzulhijjah
1. Waktu yang Paling Dicintai Allah untuk Beramal Saleh
Banyak yang belum mengetahui bahwa beramal saleh di sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah, bahkan bisa mengungguli pahala jihad secara umum. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (maksudnya 10 hari pertama Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan membawa sesuatu pun (mati syahid)." (HR. Bukhari no. 969)
2. Allah SWT Bersumpah Demi Hari-Hari Tersebut
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT bersumpah demi sepuluh malam ini. Di dalam kaidah tafsir, jika Allah bersumpah menggunakan nama makhluk atau waktu tertentu, itu menunjukkan betapa agungnya hal tersebut.
Artinya: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (QS. Al-Fajr: 1-2)
Catatan Tafsir: Sahabat Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan mayoritas ahli tafsir (termasuk Ibnu Katsir) menegaskan bahwa yang dimaksud "malam yang sepuluh" dalam ayat ini adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
3. Merupakan Ayyamum Ma'lumat (Hari-Hari yang Ditentukan)
Hari-hari ini adalah waktu khusus yang Allah perintahkan bagi hamba-Nya untuk memperbanyak zikir dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Allah SWT berfirman:
Artinya: "...dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..." (QS. Al-Hajj: 28)
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata: "Yang dimaksud dengan 'hari-hari yang telah ditentukan' adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah."
4. Hari Berkumpulnya Induk Ibadah (Puncak Ibadah Islam)
Mengapa sepuluh hari ini bisa mengalahkan hari-hari lainnya sepanjang tahun? Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan alasannya:
"Sebab tampak jelas keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena pada hari-hari tersebut menjadi waktu berkumpulnya semua induk ibadah secara bersamaan, yaitu: salat, saum (puasa), sedekah, dan haji. Hal ini tidak pernah terjadi di hari-hari atau bulan-bulan lainnya."
5. Di Dalamnya Terdapat Hari Arafah
Pada tanggal 9 Dzulhijjah, umat Islam yang berhaji melakukan wukuf di Arafah. Bagi kita yang sedang tidak berhaji, hari ini membawa berkah tersendiri lewat syariat Puasa Arafah. Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaannya:
Artinya: "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah, dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim no. 1162)
Amalan yang Bisa Kita Laksanakan
Mengingat betapa besarnya pahala yang disediakan, berikut adalah beberapa amalan praktis yang bisa kita hidupkan sejak tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah nanti:
-
Berpuasa Sunah: Dianjurkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Jika tidak mampu penuh, pastikan tidak melewatkan puasa yang paling utama, yaitu Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
-
Memperbanyak Zikir (Tahmid, Tahlil, Takbir): Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyak kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, dan Allahu Akbar di hari-hari ini (HR. Ahmad). Bahkan dahulu, Ibnu Umar dan Abu Hurairah sampai pergi ke pasar hanya untuk bertakbir demi menghidupkan syiar ini di tengah masyarakat.
-
Meningkatkan Amal Saleh Umum: Perbanyaklah membaca Al-Qur'an, menjaga salat-salat sunah rawatib, salat duha, salat tahajud, serta memperbanyak sedekah.
-
Berkurban (Bagi yang Mampu): Menyembelih hewan kurban terbaik kita pada hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) maupun di hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Kesimpulan
Saudaraku kaum muslimin, jika selama ini kita hanya mengenal Ramadan sebagai musim panen pahala, ketahuilah bahwa Allah juga memberikan modal yang tidak kalah besar di awal bulan Dzulhijjah. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita melewatkan hari-hari istimewa yang amat dicintai Allah ini.
Mari kita persiapkan diri, luruskan niat, dan kencangkan ibadah sejak hari pertama Dzulhijjah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tinjau Pelaksanaan TKA di MI Muhammadiyah Dolopo, Tim Penma Madiun Apresiasi Pelaksanaan TKA
MADIUN – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di MI Mluhammadiyah Dolopo memasuki hari kedua pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Senin
Cara Mengatasi Hasad dalam Kehidupan Seorang Muslim
Mukadimah Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junju
Ramadhan: Hadiah Istimewa dari Allah untuk Umat Nabi Muhammad ﷺ
Mukadimah Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kepada kita berbagai nikmat, dan di antara nikmat terbesar bagi umat Islam adalah bula
Kepala Kemenag Kabupaten Madiun Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Jawaban Tantangan Pendidikan Digital
Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada tanggal 20–21 Januari 2026. Kegiatan ini ber
Ribuan Pelajar Padati Run Student 2025, Empat Atlit MI Muhammadiyah Dolopo Siap Harumakan Nama Madrasah
Sabtu, 6 Desember 2025, halaman depan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun dipadati ribuan atlet pelajar dari berbagai jenjang, mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA. Mereka berkump
11 Pendekar Cilik MI Muhammadiyah Dolopo Naik Tikat Tapak Suci; semangat membara di Telaga Ngebel
Pelantikan kenaikan tingkat Tapak Suci Pimda 216 Kabupaten Madiun berlangsung khidmat dan penuh energi pada Minggu, 30 November 2025. Bertempat di kawasan wisata Telaga Ngebel, Ponorogo
Anak-Anak Hebat MI Muhammadiyah Dolopo Persembahkan Prestasi di Milad Muhammadiyah ke-113
Dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113, siswa-siswi MI Muhammadiyah Dolopo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Hizbul Wathan (HW) sekolah tersebut berhasil meraih sejumlah jua
Tata Cara Berwudhu Sesuai Dengan Tuntunan Rasulullah SAW.
Salah satu syarat sah sholat adalah Suci. Apakah cara bersuci kita sudah benar?. Ayo baca cara bewudhu sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Urutan dan cara berwudhu. Niat Wudu
Qobilah MI Muhammadiyah Dolopo Sabet Lima Piala dalam Jambore Daerah Kwarda HW Kabupaten Madiun
Madiun – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Qobilah Hizbul Wathan (HW) MI Muhammadiyah Dolopo. Dalam ajang Jambore Daerah Kwarda HW Kabupaten Madiun yang digelar pada 2
MI Muhammadiyah Dolopo Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Penuh Khidmat
Dolopo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80, keluarga besar MI Muhammadiyah Dolopo menyelenggarakan upacara bendera di halaman madrasah,