• MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
  • Sekolah Generasi Cerdas

ADAB KEPADA ALLAH SWT.

Menutut ilmu merupakan kewajiban bagi sorang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “ menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Dengan adanya ilmu hidup kita akan mulya. Untuk mencapai semua itu butuh kesungguhan dan juga kesabaran. 

Dijaman ini banyak orang pintar dan mempunyai keilmuan yang luas.  Tetapi dengan keilmuanya yang luas kurang tepat dalam pengapliasnya justru merasa paling benar dan merasa paling pintar dibandingka dengan yang lain. Maka adab dan etika perlu diterapkan sebagai penyeimbang ilmu dan kepintaran yang ia miliki. Sebab kepintaran sesorang tidak ada harganya apabila tidak memiliki adab etika yang baik. Tidaklah salah ketika ulama’ menempatkan adab diatas ilmu. Seperti perkataan imam malik kepada seseorang pemuda qurais. “pelajariah adab sebelum mempelajari ilmu”

Pelajaran / materi adab banyak sekali. Diantaranya adalah adab kepada Allah SWT.

Allah swt memberikan kepada kita nikmat yang begitu banyak, apabila kita menghitunya maka kita tidak akan mampu untuk menghitung nikmat Allah SWT, apalagi ingin membalas kenikmatanyang Allah berikan kepada kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. [an-Nahl/16:53]

Oleh karena itu Allah mempunyai hak yang menjadi kewajibanya bagi hambanya. Oleh karena itu kita harus mendahulukan hak-haknya Allah SWT dari hak-hak makhluknya. Diantara yang menjadi hak kita kepada Allah SWT dan menjadi kewajiban kita adalah memiliki adab yang baik kepada Allah SWT. Diantara adab kita kepada Allah SWT adalah .

  1. Beriman kepada Allah dan tidak kufur

Tidaklah beradab apabila seseorang itu tidak beriman dan kufur kepada Allah SWT, padahal Allah memerintahkan kepada hambanya untuk beriman kepadanya dan kepada perkara-perkaranya yang wajib diimani.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. [an-Nisâ’/4:136]

 

  1. Bersyukur dan tidak kufur nikmat.

Allah setiap hari memberikan begitu banyak nikmat semua hambanya baik yang ia minta maupun yang tidak ia minta. Allah tidak mewajibkan kepada kita untuk membalas Nikmat yang Allah berikan, allah memerintahkan kepada kita untuk mensyukuri nikmatnya dengan menyakini bahwa nikmat itu adalah pemberian dari Allah, Melafalkan dengan lisan kita dengan bacaan tahmid dan menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan kepadaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. [al-Baqarah/2:152]

Sungguh tidaklah beradap apabila seseorang mengingkari nikmat Allah dan tidak mau mensyukurinya.

  1. Mengingat Allah SWT dan tidak melupakanya.

Diantara kewajiban kita kepada Allah SWT adalah mencitainya diatas cita kepada makhluknya. Orang cinta akan selalu ingat, selalu menyebutnya dan tidak melupaknya. Orang yang melupakan Allah, maka Allah akan melupakanya dan membiarkanya dalam kesusahan. Allah SWT berfirman.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. [al-Hasyr/59:19]

Orang tidak ingat dan melupakan Allah SWT termasuk orang tidak beradap kepada Allah.

  1. Selalu taat kepada Allah SWT dan tidak maksiat.

Manusia adalah hamba, seorang hamba harus taat kepada yang menciptaknya. Jika diantara kamu ada perselisihan, maka kembalikan urusan itu kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri (ulama dam umarâ’) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’ân) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [an-Nisâ’/4:59]

Sungguh tidak beradab, jika ada seorang hamba yang lemah berani menentang Penguasanya Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa dengan perbuatan maksiat dan kezhaliman.

  1. Tidak Mendahului Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs al-Hujurât /49:1)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Maksudnya : ‘Janganlah kamu berkata sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  berkata, janganlah kamu memerintah sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah, janganlah kamu berfatwa sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berfatwa, janganlah kamu memutuskan perkara sebelum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memutuskan perkara padanya dan melangsungkan keputusannya.”

  1. Takut terhadap siksa Allah SWT

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. [al-Mâidah/5: 44]

 Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Takut itu ada beberapa macam: Pertama : Takut karena ibadah, merendahkan diri, pengagungan, dan ketundukan. Inilah yang dinamakan khauf sirr. Ini tidak pantas kecuali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Barangsiapa menyekutukan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan takut ini-pen) dia adalah orang yang melakukan syirik akbar. Contoh : Orang yang takut kepada patung, orang yang telah mati, atau orang-orang yang mereka sangka sebagai wali dan mereka yakini bisa mendatangkan manfaat dan bahaya bagi mereka, sebagaimana dilakukan oleh sebagian penyembah kubur, dia takut kepada penghuni kubur melebihi takutnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala “

  1. Malu Kepada-Nya

Allah maha melihat. Setiap aktifitas manusi Mengetahuinya, bahkan yang terbesit didalam hati, Allah SWT mengetahui. Tidaklah suatu adab yang baik, jika seorang hamba melihatkan perbuatan maksiat dihadapan majikanya, atau membalas kebaikan dengan perbuatan maksiat.  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan para sahabatnya agar benar-benar merasa malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebagaimana dalam hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَسْتَحْيِي وَالْحَمْدُ لِلَّهِ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

Dari ‘Abdullah bin Mas’ûd, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah kamu benar-benar merasa malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala !” Kami menjawab: “Wahai Rasulullah, al-hamdulillah kami malu ( kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala )” Beliau bersabda: “Bukan begitu (sebagaimana yang kamu sangka-pen). Tetapi  malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya adalah engkau menjaga kepala dan apa yang dikumpulkannya, menjaga perut dan apa yang dikandungnya, serta mengingat kematian dan kebinasaan. Dan barangsiapa menghendaki akhirat, dia akan meninggalkan perhiasan dunia. Barangsiapa telah melakukan ini, maka dia telah malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya

  1. Bertaubat kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Semua anak Adam banyak berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang-orang yang banyak berbuat kesalahan adalah orang-orang yang banyak bertaubat.

Dari hadis di atas Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa salah satu sifat manusia adalah banyak berbuat dosa. Tidaklah beradab manusia apabila ia berbuat dosa tidak bertaubat kepada Allah SWT. Padahal Allah SWT maha penerima taubat.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala . Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [az-Zumar/39:53]

  1. Husnuzhan (berbaik sangka) kepada-Nya.

Berhusnuzhan kepada Allah SWT adalah merupakan adab yang baik. Tidaklah suatu adab yang tidak baik, jika seseorang bermaksiat mengira bahwa Allah tidak mengawasi dan membalanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

 

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ﴿٢٢﴾وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ  

 

Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu, namun kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Rabbmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka kamu menjadi termasuk orang-orang yang merugi. [Fushshilat/41: 22-23]

Demikian juga termasuk buruk sangka, ketika seorang hamba melakukan ketaqwaan dan ketaatan, lalu dia menyangka bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan membalas amal baiknya.

 

Ditulis kembali Oleh Supriyono kepala MI Muhammadiyah Dolopo

https://almanhaj.or.id/38246-adab-terhadap-allah-subhanahu-wa-taala-2.html

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
3 Golongan yang akan dijauhkan dari Rahmat Allah SWT.

Terkadang kita sering mengeklaim, orang itu ahli ibadah pasti masuk surga, orang itu jarang beribadah pasti masuk neraka. Padahal orang masuk surga bukan karena amalnya Orang  mas

29/03/2025 08:13 - Oleh Administrator - Dilihat 49 kali
Siswa MI Muhammadiyah Dolopo Raih Prestasi di Kejurda Tapak Suci Ponorogo

Ponorogo – Siswa MI Muhammadiyah kembali mengharumkan nama sekolah dengan meraih prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Kejuaraan

27/02/2025 11:40 - Oleh Administrator - Dilihat 81 kali
Siswa MI Muhammadiyah Dolopo Raih Prestasi Gemilang di Olimpiade Bahasa Inggris Nasional

MI Muhammadiyah Dolopo kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Indonesia Academic Science Competition (IASC) Tahun 2025. Dalam Olimpiade Bahasa Inggris tingkat nasional, e

10/02/2025 21:30 - Oleh Administrator - Dilihat 503 kali
Tanggapan Bunda Sumayya Terhadap MI Muhammadiyah Dolopo

  Nurfadilah Kustanti, orang tua dari Sumayya Azka Falihah, siswa kelas 2 Umar bin Khattab di MI Muhammadiyah Dolopo, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendidikan yang diterima an

06/02/2025 09:19 - Oleh Administrator - Dilihat 588 kali
Tanggapan Positif dari Orang Tua Siswa MI Muhammadiyah Dolopo "Bunda Siska Mutiara Dewi, S.Pd"

Siska Mutiara Dewi, S.Pd, orang tua dari Surya Wira Bimantara, siswa kelas 2 Usman bin Affan MI Muhammadiyah Dolopo, memberikan tanggapan positif terkait pengalaman pendidikan anaknya d

04/02/2025 09:28 - Oleh Administrator - Dilihat 480 kali
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Kunjungi MI Muhammadiyah Dolopo Wawancara Visi Misi

Dolopo, 24 Januari 2025 - Sekolah Generasi Cerdas MI Muhammadiyah Dolopo mendapat kunjungan istimewa dari dua mahasiswi cantik asal Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), yaitu Ayu L

01/02/2025 08:31 - Oleh Administrator - Dilihat 655 kali
Testimoni Bunda Nita: MI Muhammadiyah Dolopo, Pilihan Tepat untuk Pendidikan Agama dan Akhlak Anak

Dolopo, 27 Januari 2025 – Nita, seorang ibu yang dengan bangga menyekolahkan putra tercintanya, Kinta, di MI Muhammadiyah Dolopo, menyampaikan rasa syu

27/01/2025 19:24 - Oleh Administrator - Dilihat 670 kali
MI Muhammadiyah Dolopo Gelar PSMA perdana semester 2 tahun pelajaran 2024-2025

Dolopo, 25 Januari 2025 – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Dolopo kembali mengadakan kegiatan Pesantren Sabtu Malam Ahad (PSMA) pada 25 Januari 2025. Ini merupakan kegiatan P

26/01/2025 10:31 - Oleh Administrator - Dilihat 525 kali
INILO TESTIMONI MI MUHAMMADIYAH DOLOPO DARI BUNDA HUSNIA KELAS 2 USMAN BIN AFFAN

MI Muhammadiyah Dolopo terus memperoleh apresiasi tinggi dari orang tua siswa. Salah satunya datang dari Bunda Harir Husnia, orang tua dari siswa kelas 2 Usman. Dalam testimoninya, Bund

22/01/2025 20:27 - Oleh Administrator - Dilihat 684 kali
Bunda Almeera Ayunda Putri, siswa kelas 2 Bersyukur Putrinya bersekolah di MI Muhammadiyah Dolopo

Dolopo, (21 Januari 2025) – MI Muhammadiyah Dolopo kembali mendapatkan apresiasi dari para orang tua siswa atas dedikasi dan komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas ba

21/01/2025 17:49 - Oleh Administrator - Dilihat 671 kali