• MI MUHAMMADIYAH DOLOPO
  • Sekolah Generasi Cerdas

KHUTBAH JUMAT "MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM MENGISI KEMERDEKAAN"

MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM MENGISI KEMERDEKAAN

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ، وَجَعَلَ فِي سِيرَتِهِ أُسْوَةً حَسَنَةً لِلْمُؤْمِنِينَ.

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

 

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada hari-hari ini, kita berada dalam suasana dua momentum penting. Pertama, bangsa Indonesia baru saja memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kedua, kaum Muslimin berada dalam bulan Rabiulawal, bulan yang mengingatkan kita kepada kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Dua momentum ini hendaknya tidak hanya menjadi peringatan seremonial. Kemerdekaan harus diisi dengan amal nyata, sedangkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ harus dibuktikan dengan meneladani ajaran dan akhlaknya.

 

JAMA’AH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau, wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiyā’: 107)

Rasulullah ﷺ adalah nikmat dan rahmat terbesar bagi umat manusia. Dengan risalah beliau, manusia yang dahulu hidup dalam kegelapan jahiliah dibimbing menuju cahaya tauhid. Masyarakat yang dahulu terpecah karena kesukuan dipersatukan oleh ikatan iman. Perempuan yang dahulu diperlakukan secara zalim diberikan kemuliaan. Orang miskin dan lemah mendapatkan haknya. Kezaliman dan kesombongan diperangi dengan ajaran keadilan.

Karena itulah, ketika kita berbicara tentang Maulid Nabi, hal terpenting bukan sekadar memperdebatkan bentuk peringatannya, tetapi hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri:

Sudahkah kita mengenal Rasulullah ﷺ? Sudahkah kita mencintai beliau? Dan sudahkah kita menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan?

Allah Ta‘ālā berfirman:

 

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.”

(QS. Al-Aḥzāb: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa bukti kecintaan kepada Rasulullah ﷺ adalah menjadikan beliau sebagai uswah hasanah, teladan terbaik.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Rasulullah ﷺ sendiri menjelaskan salah satu bentuk syukur beliau kepada Allah atas kelahirannya. Ketika beliau ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Itulah hari ketika aku dilahirkan, dan hari ketika aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ merupakan sebuah nikmat yang patut disyukuri. Dan cara terbaik mensyukurinya adalah dengan mengikuti sunnah, memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabi, serta meneladani akhlak beliau.

Allah Ta‘ālā berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”

(QS. Āli ‘Imrān: 31)

Maka, cinta kepada Nabi ﷺ bukan hanya dengan kata-kata. Cinta kepada Nabi adalah mengikuti ajarannya.

Jika kita mengaku mencintai Nabi, maka mari kita bertanya:

Apakah kita sudah menjaga salat?

Apakah kita sudah jujur dalam berdagang dan bekerja?

Apakah kita sudah menjaga amanah?

Apakah kita sudah menghormati orang tua?

Apakah kita sudah mendidik anak-anak dengan iman dan akhlak?

Apakah kita sudah menjaga lisan dari dusta, fitnah, dan permusuhan?

Apakah kita sudah menjadi warga negara yang membawa manfaat bagi sesama?

Inilah pertanyaan yang harus kita renungkan.

 

JAMA’AH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Momentum Maulid Nabi juga sangat relevan untuk kita hubungkan dengan momentum kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan yang hakiki adalah ketika manusia terbebas dari penghambaan kepada selain Allah.

Seorang Muslim tidak boleh menjadi budak hawa nafsunya. Tidak boleh menjadi budak harta. Tidak boleh menjadi budak jabatan. Tidak boleh menjadi budak popularitas. Tidak boleh menjadi budak kemalasan dan kebodohan.

Allah Ta‘ālā berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.” (QS. Ṣād: 26)

 

Saudara-saudaraku jamaah yang dirahmati Allah

Bangsa kita telah merdeka selama puluhan tahun. Tetapi pertanyaannya, apakah kita sebagai pribadi sudah merdeka dari berbagai bentuk kelemahan dan penjajahan diri?

Apakah kita sudah merdeka dari kebiasaan korupsi?

Apakah kita sudah merdeka dari dusta?

Apakah kita sudah merdeka dari kemalasan?

Apakah kita sudah merdeka dari kebencian dan permusuhan?

Apakah kita sudah merdeka dari ketergantungan kepada hal-hal yang merusak akhlak generasi muda?

Inilah kemerdekaan yang harus terus kita perjuangkan.

Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan tentang bagaimana membangun masyarakat yang kuat. Beliau membangun manusia terlebih dahulu. Rasulullah ﷺ menanamkan iman, tauhid, akhlak, ilmu, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Sebab sebuah bangsa tidak akan menjadi kuat hanya dengan gedung yang tinggi, jalan yang lebar, dan teknologi yang canggih. Bangsa akan kuat apabila manusianya memiliki iman yang kokoh, ilmu yang tinggi, akhlak yang mulia, dan semangat bekerja untuk kemaslahatan bersama.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d: 11)

Inilah salah satu pelajaran besar dalam mengisi kemerdekaan. Jangan hanya menuntut bangsa menjadi lebih baik, tetapi mulailah dari diri sendiri.

Jika kita ingin bangsa ini jujur, mari kita menjadi orang yang jujur.

Jika kita ingin bangsa ini bersih, mari kita menjaga diri dari perbuatan curang.

Jika kita ingin generasi muda berakhlak baik, mari kita memberikan keteladanan.

Jika kita ingin Indonesia maju, mari kita bekerja dengan sungguh-sungguh.

 

JAMA’AH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Ada beberapa teladan Rasulullah ﷺ yang sangat penting untuk mengisi kemerdekaa Menegakkan kejujuran.

Sebelum menjadi Nabi, Muhammad ﷺ telah dikenal sebagai Al-Amīn, orang yang dapat dipercaya.

Kejujuran adalah fondasi kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bangsa yang ingin maju membutuhkan orang-orang yang jujur. Pemimpin yang jujur. Pedagang yang jujur. Guru yang jujur. Pegawai yang jujur. Orang tua yang jujur. Anak-anak yang jujur.

Mari kita jadikan kejujuran sebagai salah satu cara mengisi kemerdekaan.

 

Kedua: Menjaga persatuan dan persaudaraan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Indonesia adalah negeri yang besar dan beragam. Kita berbeda suku, bahasa, daerah, dan latar belakang. Namun perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci.

Kita harus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan yang ada, serta bekerja bersama untuk kemajuan bangsa.

 

Ketiga: Memperkuat ilmu dan pendidikan.

Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah ﷺ adalah:

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Kemajuan bangsa sangat bergantung pada pendidikan. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Para guru harus mendidik dengan penuh keikhlasan. Generasi muda harus memiliki semangat belajar.

Kemerdekaan harus menghasilkan generasi yang cerdas, berilmu, beriman, dan berakhlak.

 

Keempat: Menjaga amanah.

Allah berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisā’: 58)

Kemerdekaan adalah amanah. Negara ini diwariskan kepada kita melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Maka jangan sampai kemerdekaan kita isi dengan perbuatan yang merusak bangsa.

Mari menjaga amanah sesuai kedudukan kita masing-masing.

Pemimpin menjaga amanah kepemimpinannya.

Aparatur menjaga amanah pekerjaannya.

Guru menjaga amanah pendidikan.

Orang tua menjaga amanah keluarga.

Anak menjaga amanah masa depan.

JAMA’AH JUMAT RAHIMAKUMULLAH

Momentum Maulid Nabi dan Kemerdekaan harus menjadi momentum kebangkitan umat dan bangsa.

Mari kita hidupkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dengan mengikuti sunnahnya.

Mari kita syukuri kemerdekaan dengan menjadi warga negara yang baik.

Mari kita bangun keluarga dengan iman.

Mari kita bangun generasi dengan ilmu.

Mari kita bangun masyarakat dengan akhlak.

Mari kita bangun bangsa dengan kerja keras, kejujuran, persatuan, dan tanggung jawab.

Semoga Allah menjadikan kita umat Nabi Muhammad ﷺ yang benar-benar mengikuti sunnahnya.

 

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

---

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْبَشَرِ، وَالشَّافِعُ الْمُشَفَّعُ فِي الْمَحْشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التُّقَىٰ، وَتَمَسَّكُوا بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita kembali mempertegas komitmen untuk mencintai Rasulullah ﷺ dengan cara mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya.

Mari kita jadikan kemerdekaan Indonesia sebagai nikmat yang mendorong kita untuk semakin bersyukur kepada Allah dan semakin sungguh-sungguh membangun negeri ini.

Jangan biarkan generasi kita kehilangan akhlak.

Jangan biarkan keluarga kita jauh dari Al-Qur’an.

Jangan biarkan persatuan bangsa dirusak oleh kebencian.

Mari bersama-sama mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, dan besar cintanya kepada bangsa dan negaranya.

Allah Ta‘ālā berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Mā’idah: 2)

Mari kita saling menolong dalam membangun masyarakat yang baik, mendidik generasi yang berakhlak, serta mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, aman, damai, dan mendapat keberkahan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Diakhir khotbah ini mari berdoa untuk diri kita dan bangsa kita

 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا، مُطْمَئِنًّا، مُزْدَهِرًا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

اَللّٰهُمَّ وَفِّقْ قَادَةَ بِلَادِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ، وَوَفِّقْ شَعْبَنَا لِطَاعَتِكَ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ.

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ شَبَابَنَا وَأَبْنَاءَنَا مِنْ سُوءِ الْأَخْلَاقِ وَالْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

 

ditulis oleh supriyono. kamad MI Muhammadiyah Dolopo

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Gempita Kemerdekaan RI ke-81 MI Muhammadiyah Dolopo Berakhir dengan Parade Mahkota Kemerdekaan

Dolopo – Gempita Kemerdekaan RI ke-81 MI Muhammadiyah Dolopo tahun 2026 resmi berakhir dengan kegiatan Parade Mahkota Kemerdekaan yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegia

26/08/2026 11:55 - Oleh Administrator - Dilihat 48 kali
Civitas MI Muhammadiyah Dolopo Khidmat Ikuti Upacara HUT RI ke-81

Dolopo, 17 Agustus 2026 — Seluruh civitas akademika MI Muhammadiyah Dolopo mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh kh

18/08/2026 08:14 - Oleh Administrator - Dilihat 85 kali
Hukum Merayakan HUT Republik Indonesia dan Hormat Bendera Menurut Tarjih Muhammadiyah

Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan tersebut biasanya diisi dengan upacara bendera, penghormat

12/08/2026 08:29 - Oleh Administrator - Dilihat 268 kali
SD/MI Adalah Pondasi Pendidikan Anak: Memilih Sekolah yang Menanamkan Adab dan Tauhid yang Benar

Masa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan fase yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang anak. Pada jenjang inilah karakter, kebiasaan, akhlak, dan cara berpi

30/07/2026 07:57 - Oleh Administrator - Dilihat 285 kali
Sambut 1448 Hijriah, Siswa MI Muhammadiyah Dolopo 'Guncang' Jalanan dengan Cosplay Pahlawan Islam!

Madiun, 15 Juni 2026 – Hitungan jam menuju pergantian tahun baru Islam 1447 Hijriah ke 1448 Hijriah disambut dengan gemuruh kreativitas dan semangat membara di MI Muhammadiyah Dol

15/06/2026 23:24 - Oleh Administrator - Dilihat 151 kali
Semangat Puasa Arafah, 80 Persen Siswa MI Muhammadiyah Dolopo Ikut Mengamalkan Sunnah Nabi

Dolopo – Dalam rangka menyambut 9 Dzulhijjah 1447 H, MI Muhammadiyah Dolopo mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk melaksanakan puasa Arafah. Seruan ini ditujukan kepada s

04/06/2026 07:53 - Oleh Administrator - Dilihat 356 kali
Lepas Siswa Kelas 6, Ketua PCM Dolopo Ajak Wali Murid Jaga Pembiasaan Karakter Islami di Rumah

DOLOPO, MADIUN – Suasana haru, bangga, dan khidmat menyelimuti Aula Kampus 2 SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Dusun Ngendel, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo. Pada Sabtu, 23 Mei 2026,

24/05/2026 21:10 - Oleh Administrator - Dilihat 366 kali
Puasa Tarwiyah Menurut Muhammadiyah: Lebih Tepat Niat Puasa Tarwiyah atau Puasa Dzulhijjah?

Menjelang Iduladha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah. Di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan: apakah ada puasa khus

24/05/2026 19:57 - Oleh Administrator - Dilihat 1203 kali
Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah!

Mengapa 10 Hari Pertama Dzulhijjah Sering Terlupakan? Padahal Ini Waktu Paling Dicintai Allah! Oleh: Supriyono Alhamdulillah, saat ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah 1447 H. Bul

18/05/2026 13:40 - Oleh Administrator - Dilihat 454 kali
Tinjau Pelaksanaan TKA di MI Muhammadiyah Dolopo, Tim Penma Madiun Apresiasi Pelaksanaan TKA

MADIUN – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di MI Mluhammadiyah Dolopo memasuki hari kedua pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Senin

21/04/2026 14:11 - Oleh Administrator - Dilihat 280 kali